Ingin Bisnis Cepat Berkembang? Mari Simak Cara Mengelola Keuangan Bisnis Jasa Berikut.

Ingin Bisnis Cepat Berkembang? Mari Simak Cara Mengelola Keuangan Bisnis Jasa Berikut.

Saat ini di Indonesia perusahaan yang bergerak di bidang jasa semakin marak. Perusahaan yang termasuk di bidang jasa antara lain perusahaan cargo atau ekspedisi, rental mobil, asuransi, travel, bengkel mobil/ motor dan masih banyak lagi.
Dalam menjalankan bisnis apapun, pasti dibutuhkan keahlian untuk mengelola keuangan. Karena jika pengelolaan keuangan perusahaan buruk, sudah pasti bisnis tidak akan bertahan lama. Sayangnya, banyak usaha kecil yang tidak terlalu mementingkan pengelolaan keuangan dengan mencampurkan keuangan pribadi dan keuangan perusahaan. Hal tersebut tentunya akan membuat laporan keuangan tahunan kacau dan berantakan.
Karena itu sebagai pelaku usaha, ada baiknya Anda mengetahui bagaimana cara pengelolaan keuangan yang baik tanpa harus mencampur adukkan keuangan pribadi. Pengelolaan keuangan yang baik akan menimalisir masalah keuangan pada perusahaan di masa depan. Simak cara pengelolaan keuangan yang baik di bawah ini.

1. Pisahkan Keuangan Pribadi dan Perusahaan
Meskipun usaha Anda masih tergolong kecil, ada baiknya Anda tetap memisahkan keuangan pribadi dan perusahaan. Bukan hanya dalam bentuk uang namun juga dalam bentuk rekening. Keuangan pribadi yang tercampur dengan perusahaan akan sulit dibedakan. Dan bisa jadi Anda tergoda untuk menggunakan uang perusahaan yang berada di rekening saat keuangan pribadi Anda terdesak. Hal tersebut nantinya bukan tidak mungkin akan menjadi suatu kebiasaan yang ujungnya akan merugikan perusahaan.
Memisahkan keuangan pribadi dan perusahaan juga akan memberikan kesan profesional pada perusahaan yang Anda pimpin. Perusahaan pun akan berjalan dengan mudah. Jadi tidak ada salahnya jika Anda membuka rekening baru atas nama perusahaan.
Selain itu, usahakan jangan sampai uang menginap di karyawan. Karena bisa saja, secara tidak sengaja uang perusahaan tercampur dengan uang pribadi dan terpakai.

2. Catat Semua Transaksi
Pastikan Anda mencatat semua transaksi baik itu pemasukan ataupun pengeluaran. Pencatatan keuangan digunakan untuk mencatat transaksi harian, mingguan dan juga bulanan. Pencatatan keuangan sangat penting dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diperlukan serta Anda bisa lebih memahami keadaan keuangan perusahaan. Pencatatan keuangan juga penting bagi perusahaan yang memiliki hutang piutang.
Dengan adanya pencatatan transaksi, Anda juga dapat lebih mudah memonitor pengeluaran yang tidak penting. Anda juga dapat segera mengetahui jika ada transaksi yang mencurigakan, karena semua transaksi sudah tercatat dan memiliki bukti yang tersimpan dengan rapi.
Jika Anda malas mencatat transaksi secara manual, Anda bisa memanfaatkan aplikasi yang saat ini banyak tersedia dengan beragam fitur yang membuat laporan keuangan menjadi lebih mudah dilakukan.

3. Alokasikan Semua Dana Dengan Tepat
Agar dana tidak terbuang untuk hal yang tidak penting, alokasikan semua pengeluaran yang ada. Seperti untuk membayar gaji karyawan, iuran gedung, listrik dan lain sebagainya. Jangan membuang uang untuk hal tidak penting meskipun modal ataupun kas perusahaan masih banyak. Apalagi jika Anda membuang uang yang tidak memberikan manfaat dalam meningkatkan pendapatan perusahaan. Lakukan analisa untung rugi agar Anda yakin jika pengeluaran dan pemasukan Anda seimbang.

4. Buat Laporan Keuangan
Laporan keuangan merupakan hal yang paling penting untuk Anda mencatat semua laba dan rugi perusahaan. Sayangnya banyak usaha kecil yang masih malas membuat laporan keuangan, padahal laporan keuangan bisa bermanfaat bagi mereka yang ingin mengajukan pinjaman atas nama perusahaan ke bank.
Ada beberapa jenis laporan keuangan yang wajib Anda ketahui sebagai pelaku usaha.
a. Laporan Laba Rugi (income statement atau profit and lost statement)
Laporan laba rugi digunakan untuk melihat posisi keuangan perusahaan apakah sedang dalam keadaan untung atau rugi. Laporan laba rugi berfungsi membantu perusahaan untuk menganalisa perkembangan usaha serta menganalisis darimana keuntungan dihasilkan dan pengeluaran apa yang paling banyak memakan biaya. Bentuk laporan laba rugi terbagi menjadi dua yaitu pertama Single Step Income Statement yaitu pencatatan semua pendapatan menjadi satu kelompok dan kedua Multiple Step Income Statement yang merupakan pencatatan yang dibedakan berdasarkan operasional dan non operasional.
b. Laporan Arus Kas
Laporan ini digunakan untuk menunjukkan keluar masuknya kas perusahaan pada suatu periode. Laporan ini juga berfungsi sebagai indikator jumlah arus kas di masa depan.
c. Laporan Perubahan Modal
Laporan ini menggambarkan jumlah modal yang dimiliki. Dengan laporan perubahan modal, perusahaan dapat mengetahui seperti apa perubahan modal yang terjadi dan penyebab perubahan tersebut.

d. Laporan Neraca
Laporan neraca menunjukkan informasi, kondisi dan posisi keuangan perusahaan pada periode tanggal tertentu. Dengan laporan ini perusahaan dapat mengetahui data mengenai jumlah aktiva berupa harta atau aset, kewajiban berupa hutang dan ekuitas yang merupakan modal perusahaan. Laporan neraca memiliki 3 unsur yaitu aset, liabilitas dan ekuitas.

5. Siapkan Dana Darurat
Dana darurat berguna jika sewaktu-waktu perusahaan mengalami suatu kejadian tidak terduga. Karena bisnis jasa merupakan hal yang tidak bisa diprediksi dan bisa saja sewaktu-waktu mengalami hal terburuk. Saat perusahaan berada dalam kondisi buruk, dana darurat berguna untuk meningkatkan peluang dalam masa krisis.
Selain itu jika perusahaanmu memiliki hutang yang harus dibayar dalam waktu dekat, dana darurat bisa digunakan sebagai penyelamat.
Agar dana darurat terus terisi, anda bisa memposisikan dana darurat sebagai hutang yang harus dibayar setiap bulannya, dengan begitu dana darurat dapat terus terkumpul setiap bulannya.

6. Jaga Perputaran Uang
Sebagai pengusaha jangan pernah berfokus hanya kepada keuntungan saja karena bisnis juga bergantung kepada perputaran uang seperti hutang, piutang, aset dan lainnya. Karena itu penting untuk mengatur aset dan keuangan sebaik mungkin agar perusahaan bisa berjalan dengan baik.

7. Usahakan Jangan Terlalu Banyak Berutang
Bagi perusahaan yang masih tergolong baru ada baiknya Anda menghindari meminjam uang di bank karena Anda akan terbebani oleh bunga yang diberikan. Sulit memang bagi perusahaan yang baru untuk tidak berutang, namun jika terpaksa usahakan mencari pinjaman dengan bunga yang sedikit dan usahakan untuk melunasinya dengan cepat.

8. Gunakan Keuntungan Untuk Mengembangkan Perusahaan
Nikmati keuntungan perusahaan dengan mengembangkan perusahaan yang Anda miliki. Jangan menghabiskan laba untuk hal-hal yang tidak berguna. Dengan mengembangkan usaha, sama saja Anda melakukan investasi untuk masa depan perusahaan dan juga diri sendiri. Jika Anda mengelola bisnis ekspedisi, Anda bisa mengalokasikan keuntungan dengan menambahkan kendaraan untuk pengiriman barang.
Salah satu kunci kesuksesan bisnis adalah bagaimana cara Anda mengelola laba yang ada menjadi investasi yang menguntungkan di masa mendatang.

9. Lakukan Kontrol Secara Teratur
Penting bagi Anda sebagai seorang pemilik usaha untuk melakukan kontrol, monitoring dan pengawasan terhadap keuangan perusahaan baik itu pemasukan ataupun pengeluaran. Dengan melakukan kontrol secara teratur, Anda akan mengetahui bagaimana keuangan perusahaan dan jika terjadi masalah, Anda akan cepat mengetahuinya dan masalah tersebut akan segera teratasi.


Kontrol secara teratur juga mencegah adanya penggelapan yang mungkin saja dilakukan oleh staff yang tidak Anda ketahui.
Demikian 9 tips singkat dari Boska, semoga bisa membantu Anda dalam mengembangkan bisnis jasa.


(pen:elvirarnld @boskatransportama.com)

Leave a Reply